Monday, February 10, 2014

[id-android] Re: WTI: Review Motorola Moto G

Om Alvin, saya sudah enable art nih. Semua sih sepertinya berjalan normal dan lancar. Coba lihat beberapa hari ke depan.

On Monday, February 10, 2014, Alvin Kurniawan <alvin4forum@gmail.com> wrote:

Kalau 4.4 bisa art tapi WhatsApp belum bisa jalan di art, dan masih ada beberapa bug. Bug ini  baru di betulin di 4.4.1

Alvin Kurniawan
@DroidMaxx DevEdition

On Feb 10, 2014 6:28 PM, "Nathanael Siahaan" <itiantengtong@gmail.com> wrote:

Review-nya lengkap, gak bertele² dan informatif sekali pak.

tapi kok terkesan pahlawan kesiangan ya, gpp lah yang penting mantap! Lol

Sekalian tanya pak, apakah bisa running Android ART dengan baik(terlepas dari bug yang dari sananya)?

ditunggu review² berikutnya pak

regards,
Natahanael Siahaan

sent from my 4.4.2 ART

On Feb 10, 2014 6:06 PM, "Krismanto Susilo" <pandajayus@gmail.com> wrote:

Dear RR,

Saya iseng mencoba membuat review ponsel Motorola Moto G. Ini adalah review pertama kali saya, jadi mohon maaf ya kalau masih banyak kekurangan di sana sini. :p

Untuk foto-foto lengkap bisa dilihat di link ini

Review: Motorola Moto G

Ponsel ini bernama Motorola Moto G dengan tipe XT1034. Sekilas dilihat penampilan ponsel ini mirip dengan ponsel Nexus. Di bagian depan tidak ada merk sama sekali, kalau dibalik baru terlihat logo khas Motorola berbentuk huruf “M”. Orang yang melihat ponsel ini pasti tidak akan mengira bahwa ponsel ini adalah ponsel bermerk Motorola. Ponsel ini belum masuk secara resmi ke Indonesia, menurut rumor yang beredar seharusnya bulan Februari 2014 masuk, tapi sampai saat ini belum ada kabar apapun mengenai launchingnya. Unit yang penulis dapatkan ini merupakan versi US 16GB Single SIM Card. Lalu, apa bedanya dengan unit global? Berdasarkan situs resmi Motorola, http://www.motorola.com/us/shop-all-mobile-phones-1/Moto-G/moto-g-pdp.html, perbedaannya ada di spesifikasi network sebagai berikut:

Global GSM Model:
GSM/GPRS/EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz)
UMTS/HSPA+ up to 21 Mbps (850, 900, 1900, 2100 MHz)

US GSM Model:
GSM/GPRS/EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz)
UMTS/HSPA+ up to 21 Mbps (850, 1700 (AWS), 1900 MHz)

Di Indonesia, semua operator menggunakan frekuensi 2100MHz. Sedangkan unit yang penulis pegang ini hanya support frekuensi 1900MHz untuk 3G-nya, sehingga unit ini hanya bisa dipakai di frekuensi 2G saja yaitu GPRS/EDGE saja. Tapi tidak menjadi masalah, karena sehari-hari penulis selalu berada di area wifi, baik di kantor maupun di rumah. Untunglah penulis mempunyai Modem Wifi Bolt ZTE MF90, sehingga ketika di luar jangkauan wifi penulis tinggal menyalakan modem tersebut.


Spesifikasi Singkat
Network : GSM/GPRS/EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz), UMTS/HSPA+ up to 21 Mbps (850, 1700 (AWS), 1900 MHz)
SIM : Micro SIM
Dimensi : 129.9 x 65.9 x 11.6 mm
Berat : 143gram

--
==========
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A
--------------------
Aturan Umum ID-ANDROID >> http://goo.gl/NfzSGB
 
Join Forum ID-ANDROID >> http://forum.android.or.id
==========
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+berhenti berlangganan@googlegroups.com .
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.

2 comments:

  1. Apakah bisa diganti freq nya biar support 3g di indonesia?

    ReplyDelete
  2. Apakah bisa diganti freq nya biar support 3g di indonesia?

    ReplyDelete